DESA BUDAYA TULUSBESAR
Desa Tulusbesar, sebuah desa yang berada di wilayah kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa yang sangat kental akan seni budayanya. Seni budaya berupa pagelaran, seni pertunjukan, ritual budaya dan pelestarian budaya tari sehingga menjadikan desa Tulusbesar ini sebagai Desa Wisata Budaya. Kesenian budaya yang terpancarkan dalam desa ini diantaranya bantengan, kuda lumping, seni tari, karawitan, topeng khas Malang, Kerajinan tangan, dan berbagai macam produk seni lainnya seperti wayang kulit, wayang orang, dan kerajian pahat, dan lain-lain. Panggung terbuka yang berlatar belakang menyerupai candi selalu digunakan masyarakat untuk menampilkan pertunjukkan kesenian budaya dan menjadi daya tarik pengunjung untuk melihatnya.

Seluruh bagian dari desa Tulusbesar bisa saja menjadi ‘panggung’ bagi penampilan seni yang ada, seperti Bantengan yang kirabnya menyusuri sepanjang jalan desa, atau Kuda Lumping yang bisa diadakan di Padepokan Seni atau di lapangan kosong. Akan tetapi pemerintah desa memberikan dukungan besar terhadap pecinta seni budaya dan masyarakat Tulusbesar secara umum, melalui penyediaan Panggung Terbuka Desa. Bentuknya menyerupai bagian candi, dibangun di atas lahan yang lapang, sehingga memungkinkan untuk diadakannya pagelaran desa yang mendatangkan penonton dalam jumlah cukup besar. Panggung terbuka ini kadang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kegiatan penyambutan tamu dari Perguruan Tinggi mitra.

Sebagai desa Wisata Budaya, tentu ada banyak sekali pagelaran seni yang diselenggarakan. Seluruh bagian dari desa Tulusbesar bisa saja menjadi ‘panggung’ bagi penampilan seni yang ada, seperti Bantengan yang kirabnya menyusuri sepanjang jalan desa, atau Kuda Lumping yang bisa diadakan di Padepokan Seni atau di lapangan kosong. Akan tetapi pemerintah desa memberikan dukungan besar terhadap pecinta seni budaya dan masyarakat Tulusbesar secara umum, melalui penyediaan Panggung Terbuka Desa. Bentuknya menyerupai bagian candi, dibangun di atas lahan yang lapang, sehingga memungkinkan untuk diadakannya pagelaran desa yang mendatangkan penonton dalam jumlah cukup besar. Panggung terbuka ini kadang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kegiatan penyambutan tamu dari Perguruan Tinggi mitra, seperti ketika Politeknik Negeri Malang menyambut Wakil Rektor Hubungan Internasional Collegium Civitas University Polandia, Dr Katarzyna Maniszewska. Atau juga secara rutin digunakan untuk latihan dan ujian praktik seni tari oleh SMAN 1 Diponegoro Tumpang.

Kerajinan Topeng adalah salah satu potensi desa yang dijadikan sebagai ikon di desa ini. Kerajinan topeng ini merupakan kerajinan turun temurun yang sudah menjadi sejarah besar di desa Tulusbesar. Hasil karyanya yang unik dan menarik berhasil menarik perhatian pembeli dari mancanegara. Ya, benar saja kerajinan topeng di desa Tulusbesar ini telah ramai di perbincangkan orang sehingga tidak sedikit yang ingin belajar memahat kerajinan topeng ini.
Tidak hanya kerajinan seni saja yang dapat memikat hati pengunjung desa ini. Tetapi pemandangan desa ini yang sangat asri dan menenangkan. Desa ini merupakan desa dataran tinggi, sehingga semakin kearah atas desa ini, pemandangan yang disuguhkan sangat memuaskan. Belum banyak polusi kendaraan yang menyesakkan. Tak hanya itu, warga desa juga sangat potensial. Banyak warga yang memiliki kebun nangka, sehingga desa ini terkenal dengan nangkanya yang melimpah. Kemudian, sayur-mayur juga menjadi produk mayoritas desa ini. Setiap pagi, warga desa sudah berguyup berangkat kekebun dan lading untuk berkebun. Biasanya, warga baru akan kembali ke rumah sekitar pukul 2 siang.
Tidak berhenti disana, warga desa Tulusbesar juga sangat aktif di kegiatan desa terutama kegiatan kagamaan. Di desa Tulusbesar sendiri diadakan khataman sebanyak 3 kali dalam satu minggu.
Komentar
Posting Komentar